Kelemahan Promosi Produk-Produk Indosat

IndosatWell, ini bukan kritik. Hanya sekilas pandang dari seorang loyal customer dan ex-outsourcing employee. Indosat menurut saya merupakan provider telekomunikasi yang handal, baik dari sisi layanan maupun inovasi. Hanya saja saat tulisan ini dibuat (Juni 2011) posisi Indosat sebagai provider seluler terbesar ke-2 (tahun 2009) di Indonesia sudah diambil oleh XL Axiata, meskipun ini masih menjadi hal yang debatable karena kedua operator tersebut masih saling klaim sebagai runner up, tapi begitulah keadaanya.

Saya kurang pandai urusan keuangan, jadi tidak tau kondisi Indosat di pasar saham. Namun sepertinya kondisinya sudah tidak sebagus tahun 2008. Hal ini saya simpulkan sendiri dari pengamatan saya atas data penghasilan beberapa karyawan tetap yang ada di database kami. Total take home pay (gaji pokok include semua bonus) menurun hampir 30%-40%, artinya apa yang mereka dapatkan di tahun 2009 hampir cuma 60% dari tahun 2008. Pastinya itu adalah implikasi dari keadaan keuangan internal perusahaan. Who knows.

Menurut saya, sekali lagi ini adalah pendapat pribadi, kekurangan perbesar Indosat adalah masalah promosi produk. Klo urusan jaringan, Indosat tidak kalah, toh mana ada provider yang jaringannya benar-benar reliable di Indonesia?. Kembali ke masalah, siapa di antara pembaca yang tahu ada teknologi SMS Warna?. SMS yang bisa dicostumized sehingga pada penerima tampilan huruf maupun background SMSnya bisa berwarna. Siapa yang tahu ada layanan BlackBerry Enterprise Service (BES) on Demand hosted dan non-hosted?. Bukan BES biasa dimana aktivasi hanya bisa dilakukan oleh corporate tapi juga bisa digunakan oleh customer pribadi. Sebuah layanan yang luar biasa reliable dan jauh lebih baik daripada BlackBerry Internet Service biasa. Saya yakin cuma beberapa orang saja yang tahu layanan-layanan tersebut diatas. Sebagai informasi saja, semua produk tersebut diatas diinisiasi oleh Indosat lho.

Akhir-akhir ini saya melihat ada iklan Indosat Mobile di berbagai media, terutama di TV. Saya –baik kapasitas saya sebagai pelanggan loyal maupun ex-outsourcing employee– setelah hampir ratusan kali melihat iklan-iklan tersebut tidak bisa ‘menangkap’ isi yang ingin disampaikan. Maksud saya bukan urusan fitur yang ditawarkan, tapi tangible dari produk Indosat Mobile tersebut sebenarnya apa? Kartu baru kah? Paket tambahan kah? atau bentuk lain?. Sementara informasi yang saya dapatkan dari situsnya juga tidak memberikan penjelasan yang memadai tentang produk ini. Saya bisa saja call 111 untuk informasi lebih lanjut. Tapi, come on, ini Indonesia gitu loh. Tipe masyarakat yang masih belum aktif dalam menggali dan memenuhi keingintahuan mereka akan suatu produk, di sini masyarakatnya cenderung pasif. Take it or leave it. Kadang customer mesti ‘disuapi’ dulu, baru mereka akan memilih suatu produk. Berbeda sekali dengan di luar negeri. Jadi ingat tukang jual ember yang sampe mukul-mukul ember jualannya biar calon pembeli tahu bahwa memang ember itu anti pecah, padahal sudah ada tulisannya “ANTI PECAH”, tapi sekali lagi tulisan itu tidak cukup. Perlu teknik marketing yang baik dan luar biasa untuk menyampaikan informasi kepada (calon) customer.

Selain itu, marketing yang dilakukan di daerah-daerah juga saya rasa kurang maksimal. Di area Banjarmasin dan sekitarnya, Indosat sangat jarang hadir di bazaar atau pun expo yang diselenggarakan. Padahal ini menurut saya saat promosi yang paling tepat karena kapan lagi ada ribuan orang mau datang dan diberikan edukasi tentang produk. Kalah jauh dari pesain lainnya yang cenderung agresif, bahkan pada event-event yang saya anggap biasa, contohnya saat hari Minggu dimana masyarakat biasanya jogging dan berolahraga bersama seluruh keluarga.

Ada beberapa komentar tentang keadaan karyawan Indosat, yang menurut Syakieb Sungkar (founder produk IM3 dan mantan Chief Sales Officer Indosat yang saat ini pindah ke AXIS) jumlahnya terlalu ‘gemuk’ sehingga agak susah bergerak. Saat ini manajemen juga sudah ada program Pensiun Dini (Pendi) sehingga hal tersebut diharapkan bisa diatasi. Dan, masih banyak PR yang harus dihadapi oleh manajemen, terutama menurut saya, sisi marketing dan promosi yang masih harus banyak pembenahan.

 

Banjarbaru @20110611

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: