Bekerja di kantor baru pastinya akan menemukan masalah baru, apalagi dalam posisi yang belum pasti alias belum definitif (OJT). Meskipun sambutan yang didapat lumayan hangat dan bersahabat tetapi tidak serta-merta langsung memperoleh fasilitas layaknya rekan lainnya yang lebih dahulu eksis disitu (alias sudah senior).
Terbiasa dengan tempat kerja sebelumnya yang selalu update dan “hi-tech” menumbuhkan semacam perasaan adiktif, terutama untuk “always connected” ke internet, media komunikasi yang kata orang penuh dengan sisi positif-negatif. Terkendala dengan kurang terpenuhinya “kebutuhan” tersebut, terutama saat adanya pembatasan dan hak akses terhadap orang-orang dengan posisi dan jabatan tertentu terhadap media PC yang terkoneksi internet, membuat kami (lebih tepatnya saya) terpaksa harus memutar otak untuk mencoba “mengakali” hal tersebut, meskipun dengan cara apapun (asal halal tentunya) dengan menggunakan “hard and soft skill” yang telah dimiliki sebagai seorang engineer di tempat kerja sebelumnya.
Ketentuan yang berlaku mengatur bahwa di setiap sub unit hanya dua orang saja yang boleh menggunakan internet, yang tentunya si bos dan salah seorang anak-buahnya. Hal ini menjadikan saya (karena rekan lainnya sepertinya tidak pernah ribut soal ini) kelimpungan saat ada keperluan untuk cek email, submit e-registration, fesbuk, ym, baca kompas cyber media, dll. Saling bergantian menggunakan PC yang bisa internetan (istilah ndeso dari “connected to internet”) menjadi lumrah, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas tersebut (maksudnya pas bergantian memakai PC tersebut, bukan pas buka buka internetnya) sangat menggangu kinerja kami. Walhasil beberapa laporan (termasuk laporan bulanan dan triwulan kantor) yang harus disampaikan menjadi tertunda penyelesaiannya.
Orang bijak selalu berkata bahwa manusia tumbuh dan dewasa karena permasalahan (halahh!). Untung didunia ini Allah SWT menciptakan orang-orang pintar yang sekaligus tidak pelit (termasuk saya… halah lagi!). Dengan berbekal software freeproxy, yang tentunya sumbangan orang pintar selain saya dan bisa saya download gratis dari internet, yang dinstall di PC yang bisa internetan tersebut akhirnya permasalahan kami sedikitnya bisa diatasi. Sekarang saya sudah bisa surfing (barang apa lagi ini??) internet dari meja saya, tentunya dengan monitor LCD merk HP L1750 yang dilindungi ordner berkas “Pemindahbukuan” untuk menghalangi mata bos saya dengan screen fesbuk yang warnanya biru norak dan selalu online dari pagi hingga saya pulang.
Dan akhirnya, note ini pun ditulis dalam keadaan tergesa-gesa karena harus menyelesaikan report yang tadinya tertunda…
Banjarbaru @20090501