Sudahkah mencoba layanan cloud di smartphone Anda?

Dulu kala, pernahkah merasa kesal ketika phonebook handphone yang hilang atau rusak tidak bisa dikembalikan lagi dan Anda terpaksa harus mencari dan konfirmasi nomor telepon kerabat secara manual satu per satu?

Dulu, pernahkah merasa repot ketika membeli handphone baru dan Anda harus memindah phonebook manual menggunakan desktop software atau –yang lebih jadul lagi– via bluetooth? Belum lagi jika berbeda merk dan Anda harus sinkronisasi dulu dengan Outlook?

OK, itu dulu! Sekarang semua menjadi lebih baik dengan hadirnya layanan cloud computing atau yang disingkat cloud. Phonebook pun hanya salah satu contoh saja, masih banyak lagi content lain yang bisa dilayani oleh cloud computing seperti halnya email, kalender, gambar, bahkan file pekerjaan seseorang. Saya tidak akan membahas definisi dan teknis cloud computing karena bisa dengan mudah dicari di Google atau Wikipedia. Mari kita melihat contoh implementasi layanan cloud yang lebih dekat dengan kita saja, khususnya yang bisa ditemukan di perangkat mobile atau smartphone yang kita miliki.

Kebetulan saat ini saya menggunakan dua buah perangkat Android, satu handphone dan satu tablet. Dua-duanya tersinkronisasi dengan layanan cloud Google. Saya bisa menyimpan dan mengatur phonebook dan catatan jadwal kalender di akun Google saya lewat handphone, lalu cukup melakukan sync agar phonebook dan kalender yang sama muncul di tablet saya. Jadi saya tidak harus repot lagi seandainya kehilangan handphone –atau jika ingin menambah handphone baru lagi :D — saya cukup sync handphone baru tersebut dengan akun Google dan phonebook dan kalender saya sudah muncul dan bisa digunakan di handphone baru tersebut.

Saat bercakap-cakap dengan teman lewat GTalk di PC, apa yang saya diskusikan juga muncul otomatis di tablet dan handphone saya. Jadi saya tidak kehilangan percakapan dan diskusi tersebut bisa dengan mudah saya baca lagi saat sedang offline. Setiap kali saya jepret foto di handphone atau tablet, file gambar akan otomatis terupload ke akun Picasa Google saya sehingga dengan mudah bisa saya download lagi di perangkat lainnya atau lewat PC untuk disimpan atau diedit kembali untuk keperluan pribadi.

Oiya, saat ini Apple juga memiliki layanan iCloud yang prinsipnya sama, hanya saja konten yang dilayani lebih luas bahkan mencakup penyimpanan dan share file-file pribadi bahkan setting dan memungkinkan konten tersebut dibagi secara otomatis dengan iDevice lain yang kita miliki. Jadi tidak sabar ingin mencoba juga. :D

See? mudah bukan? Betapa layanan cloud sudah mulai mengubah paradigma tentang berbagi konten dan membantu kita memaksimalkan penggunaan mobile device untuk keperluan yang lebih luas. Dan kedepan pastinya layanan ini akan bertambah luas baik dari variasi konten yang didukung maupun vendor yang menyediakannya.

So, sudahkan Anda mencobanya? :)

 

Banjarmasin @20120119

Wikipedia pun ditutup sementara..

Dan terkait dengan langkah SOPA blackout, halaman berbahasa inggris Wikipedia pun sudah tidak bisa diakses. Kita tunggu kelanjutannya.. :D

 

Banjarmasin @20120118

Portable wi-fi hotspot di Android Ice Cream Sandwich

Cukup sekali centang dan Anda pun bisa berbagi koneksi internet dengan perangkat lain. Easy huh?! :D

 

Banjarmasin @20120118

Jadikan Playbook pemutar musik di perjalanan? Go ahead!

Gak sengaja weekend kemaren saat pulang kampung –gara-gara si iPod Shuffle mati karena lowbatt– saya menggunakan Playbook untuk memutar lagu selama diperjalanan. Posisi Playbook saat dinyalakan batere tinggal separuh (kebetulan tidak lihat persisnya) dan dipake terus untuk muter MP3 selama 10 jam perjalanan. Untuk mendengarkan MP3 saya menggunakan earphone standar iPod dengan posisi layar sleep. Guess what? batere Playbook ternyata bisa tahan dengan pengurangan hanya sekitar 15% saja selama 10 jam tersebut. Posisi batere masih 33% saat dimatikan. Padahal awalnya cuma dikira akan bertahan selama 1-2 jam saja, ternyata jauh lebih lama. He he he

Selain itu, operasi play/pause/next/previous lagu juga mudah dilakukan karena posisi tombol-tombolnya terletak di bagian atas body. See? No more worries bakal bete diperjalanan, putar aja lagunya sesuka hati.. :D

 

Banjarmasin @20120117

Berkenalan dengan BlackBerry Playbook

Ah, post ini sudah sangat terlambat, harusnya rilis satu-setengah tahun lalu yak? :D Tapi biar saja, toh masih banyak teman-teman yang juga belum kenal dengan Playbook seperti saya, semoga bisa sama-sama saling berbagi pengalaman. Hi hi hi.

Well, beberapa hari kemaren saya “dapet” Playbook baru 1 unit :D . Setelah dibuka, ya lumayan surprise dengan penampilannya yang tidak seperti dugaan saya, maklum selama ini hanya melihat Playbook dari gambar-gambar di web yang tidak “actual size”, jadinya aslinya terlihat lebih kecil dari persepsi saya. That’s fine, kan memang ukurannya cuma 7″ jadi ya tidak jauh beda dengan Galaxy Tab 7″ P1000. Desainnya keren dengan tulisan BlackBerry di layar bagian bawah dan logo buah berry di bagian belakang, khas BlackBerry lah pokoknya.

Setelah dinyalakan, muncul layar untuk melakukan aktivasi. Aktivasi ini harus dilakukan, tidak bisa diskip. Saat aktivasi, kita juga memerlukan koneksi wifi agar bisa terhubung dengan internet ke server RIM untuk mendaftarkan BlackBerri ID. Prosesnya cukup mudah –menurut saya– hanya saja yang paling tidak menyenangkan adalah proses setelah aktivasi yaitu Software Update.

Software Update –dalam kasus saya– akan melakukan upgrade OS Playbook ke versi 1.0.8.6067 (OS versi 2.0 belum rilis resmi) dengan total file yang didownload sebesar 340 MB. Hadeh! ini masalah besar buat yang tidak memiliki koneksi wifi yang memadai. Sistem tetap menjalankan Software Update terus sampai proses update tersebut selesai dan satu hal yang harus diketahui yaitu PROSES INI TIDAK BISA DISKIP. Artinya, Playbook akan tetap tidak bisa digunakan sampai selesai Software Update. Yup, dan saya pun stuck disitu selama seharian penuh.

Dengan “memaksimalkan” seluruh peralatan yang dimiliki (lebay.. :D ), akhirnya proses Software Update Playbook saya selesai. Happy? Pasti!. Eh ternyata proses Software Update tidak cuma disitu, setalah masuk ada sekali lagi Software Update minor yang harus dilakukan dengan file yang harus didownload sekitar 16 MB. Setelah semua proses Software Update benar-benar lengkap akhirnya saya pun bisa berjumpa dengan home screen Playbook. :)

Dengan pengalaman menggunakan Playbook yang cuma selama beberapa hari, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan:
1. Anda tidak punya handphone Blackberry? Pilih tablet lain saja, Playbook bukan pilihan tepat untuk Anda.
2. Persiapkan koneksi wifi internet yang stabil (dan cepat) untuk aktivasi dan Software Update. Jika tidak maka Playbook Anda cuma bisa restart berulang-ulang karena gagal download Update.
3. Anda pribadi mobile dan tetap ingin menggunakan Playbook? saya sarankan untuk membeli mini wifi router yang banyak dijual di pasaran agar lebih maksimal.

Sepertinya itu dulu dari saya. Maaf belum membahas Blackberry Bridge karena sementara ini masih “mencari” handset Blackberry yang tepat untuk disandingkan dengan Playbook ini.

Ada yang kurang dari tulisan ini? Silahkan untuk disampaikan pada kolom komentar dibawah. Terima kasih. :D

 

Banjarmasin @20120111

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.